CONTOH PERDEBATAN AHLI NERAKA



وَقَوْلُهُ: ﴿إِنَّ ذَلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ﴾ أَيْ: إِنَّ هَذَا الَّذِي أَخْبَرْنَاكَ بِهِ يَا مُحَمَّدُ مِنْ تَخَاصُمِ أَهْلِ النَّارِ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ وَلَعْنِ بَعْضِهِمْ لِبَعْضٍ لَحَقٌّ لَا مِرْيَةَ فِيهِ وَلَا شَكَّ.


Artinya : 

Adapun firman Allah Swt.:


Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka. (Shad: 64)


Yakni sesungguhnya peristiwa ini yang Kami beritakan kepadamu, hai Muhammad, menyangkut pertengkaran ahli neraka sebagian dan mereka dengan sebagian yang lainnya, dan saling laknat di antara sesama mereka adalah berita yang benar dan tiada keraguan atau kebimbangan padanya, yakni pasti terjadi.(Tafsir Ibnu Katsir)


Ini contoh perbedebatan mereka dari ayat 55 sampai 63 :

هَٰذَا ۚ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٍ



Artinya: Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,

 

Apa yang Kami sebutkan ini adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Sedangkan bagi orang-orang yang melampaui batasan-batasan Allah dengan kekufuran dan kemaksiatan balasan yang berbeda dari balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Bagi mereka tempat kembali yang buruk pada hari Kiamat.(📚 Tafsir Al-Mukhtashar)


Ayat selanjutnya :

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ


Artinya: (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal.



 فَبِئْسَ الْمِهَادُ (maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal)

Yakni seburuk-buruk apa yang mereka siapkan bagi diri mereka.

Makna (المهاد) yakni tempat tidur sebagai perumpamaan bagi api neraka yang ada di bawah mereka.(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir )


Ayat selanjutnya :

هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ



Artinya: Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.


57. ini adzab dan agar mereka merasakannya: air yang begitu panas sekali, dan nanah yang mengalir dari tubuh para ahli neraka.(Tafsir Al-Wajiz )


Ayat selanjutnya :

وَءَاخَرُ مِن شَكْلِهِۦٓ أَزْوَٰجٌ


Artinya: Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.



58. “Dan yang lain yang serupa itu,” maksudnya, yang sejenis dengan azab tersebut “berbagai macam,” artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.(Tafsir as-Sa'di)


Ayat selanjutnya :

هَٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًۢا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُوا۟ ٱلنَّارِ



Artinya: (Dikatakan kepada mereka): "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka".



Saat orang-orang yang melampaui batas itu masuk ke dalam neraka, sebagian mencaci sebagian yang lain, ”ini adalah segerombolan orang dalam jumlah besar dari penduduk neraka yang masuk bersama kalian,’ lalu mereka menjawab “tidak ada selamat datang untuk mereka, tempat mereka di dalam neraka tidak lapang, mereka akan merasakan panasnya api neraka seperti kami merasakannya’.(Tafsir Al-Muyassar)


Ayat selanjutnya :

قَالُوا۟ بَلْ أَنتُمْ لَا مَرْحَبًۢا بِكُمْ ۖ أَنتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ



Artinya: Pengikut-pengikut mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap".

 


{Mereka berkata} para pengikut itu berkata kepada petinggi-petingginya {“Sebenarnya kalianlah yang tidak menerima sambutan karena kalian yang meletakkan kami ke dalamnya} Kalian menyebabkan datangnya azab itu kepada kami, dengan seruan kalian kepada kami menuju kekufuran {Seburuk-buruk tempat menetap”(Tafsir Ash-Shaghir)


Ayat selanjutnya :

قَالُوا۟ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى ٱلنَّارِ


Artinya: Mereka berkata (lagi): "Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka".

Ayat 61

“Mereka berkata, “Ya Tuhan kami. Barangsiapa yang menyarankan ini kepada kami."

Sehingga sudah begini malangnya nasib kami, meringkuk kena siksaan neraka.

“Maka tambahlah baginya adzab berlipat ganda di neraka."

Di ayat ini diterangkan bagaimana sumpah dan kejengkelan pengikut terhadap yang diikuti itu. Mereka memandang sudah sepatutnya jika para pemimpin itu disiksa berlipat ganda karena mereka yang jadi biang keladi, yang jadi sebab dari tersesatnya orang-orang yang mengikut.(Tafsir ringkas Al Azhar)


Ayat selanjutnya :

وَقَالُوا۟ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلْأَشْرَارِ


Artinya: Dan (orang-orang durhaka) berkata: "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).


Ini merupakan pemberitahuan tentang orang-orang kafir di neraka, bahwa mereka merasa kehilangan banyak orang yang dahulunya mereka yakini dalam kesesatan, Yang mereka maksud adalah orang-orang mukmin menurut dugaan mereka. maka mereka berkata, "Mengapa kami tidak melihat mereka bersama kami di neraka?"

Ini merupakan perumpamaan saja, karena sesungguhnya semua orang kafir mengalami keadaan ini; mereka meyakini bahwa orang-orang mukmin masuk neraka. Setelah orang-orang kafir itu masuk neraka, maka mereka kehilangan orang-orang mukmin dan tidak mendapatinya. Jadi mereka berkata: (Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).(Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim).


Ayat selanjutnya :

أَتَّخَذْنَٰهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ ٱلْأَبْصَٰرُ



Artinya: Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?"


Surat Shad ayat 63: (Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan) lafal Sukhriyyan dapat pula dibaca Sikhriyyan, yakni kami dahulu sewaktu di dunia menghina mereka. Huruf Ya pada lafal Sukhriyyan adalah Nasab; maksudnya apakah mereka tidak ada (ataukah karena tidak melihat) yakni terhalang (mata kami dari melihat mereka) sehingga mata kami tidak dapat melihat mereka. Yang mereka maksud adalah kaum muslimin yang miskin, seperti Ammar, Bilal, Shuhaib, dan Salman.(An-Nafahat Al-Makkiyah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalam dan susunannya

PERBEDAAN KATA SORH DAN KA'BAH

PENJELASAN BAIT ALFIYYAH IBN MALIK BAIT-67