Tambahan dari gambar:
Macam macam Huruf Lam ل
Pembagian huruf lam ل dalam ilmu nahwu :
1. Lam Huruf Jar (حرف الجَرّ) yaitu huruf yang mengejarkan isim setelahnya, contohnya :
الكتابُ لِمحمدٍ
“Kitab tersebut milik Muhammad.”
2. Lam Juhud (لام الجُحُوْد) harus didahului oleh ما كَانَ atau لَمْ يَكُنْ atau pecahannya, menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara wajib, contohnya :
ما كان المجتهِدُ لِيَرسُبَ
“Seorang yang bersungguh-sungguh tidak akan gagal.”
3. Lam Ta’lil (لام التَّعْلِيْل) disebut juga Lam Kay (لامُ كَيْ) menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara jawazan (tidak wajib), diterjemah dengan “agar, supaya” misalnya :
يجتهد عَلِيٌّ لِينجَحَ
“Ali bersungguh-sungguh agar dia sukses.”
4. Lam Aqibah (لام العَاقِبة) atau Lam Shoiruroh (لام الصَّيْرُوْرة) yaitu apa yang setelah lam menjadi akibat dari sebelumnya, tanpa adanya niat atau kesengajaan, biasanya diterjemah dengan “mengakibatkan, menjadikan” misalnya :
Advertisement
ﻓﺎﻟﺘَﻘَﻄَﻪ ﺁﻝُ ﻓﺮﻋﻮﻥَ ﻟِﻴَﻜُﻮْﻥَ ﻟﻬﻢ ﻋﺪﻭًﺍ ﻭﺣﺰَﻧًﺎ
“Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
Firaun memungut Nabi Musa عليه السلام bukan supaya menjadi musuh baginya, namun “pungutan” tersebut menyebabkan Nabi Musa عليه السلام menjadi musuh baginya.
سَرَقَ اللِصُّ لِيَدْخُلَ السِّجْنَ
“Pencuri tersebut mencuri, mengakibatkannya masuk penjara.”
Pencuri tersebut mencuri bukan karena dia ingin masuk penjara, namun tindakan “mencuri” tersebut menyebabkan ia masuk penjara.
Lam ini sama seperti Lam Ta’lil secara amalan, yaitu menashobkan fiil mudhori’ dengan bantuan أنْ yang disembunyikan secara Jawazan.
5. Lam Amr (لام الأَمْر) yaitu lam yang masuk pada fiil mudhori’ dan menjazmkannya, diterjemah dengan “hendaklah“, semisal firman Allah تعالى :
ﻟِﻴُﻨﻔِﻖْ ﺫﻭْ ﺳﻌﺔٍ ﻣﻦ ﺳَﻌَﺘِﻪ
Disebut Lam Du’a لام الدُّعَاء apabila bermakna doa, contohnya :
لِيَقضِ علينا ربُّك
Bermakna iltimas الاتِماس apabila yang dikhitob kedudukannya sama, contohnya :
لِيَفعَلْ
Lam ini disukun apabila didahului huruf وَ، فَ atau ثُمّ, contohnya :
فَلْيَسْتَجِبُوا، وَلْيُؤْمِنْوا به، ثُمَّ لْيَقْطَعْ
6. Lam Ibtida’ (لام الابْتِدَاء) atau disebut juga Lam Taukid لام التَّوْكِيْد adalah lam berharokat fathah yang masuk pada mubtada’, untuk mentaukid kandungan jumlah, menghilangkan keraguan, dan merubah makna khobar menjadi makna hal (sekarang), contohnya :
لَمحمدٌ ناجحٌ
Dan semisal firman Allah تعالى :
لَدَارُ الآخرةِ خيرٌ
Lam ini bisa masuk pada fi’il madhi jamid ataupun mudhori’, semisal :
لَبِئْسَ ما كانوا يَعْمَلُوْنَ
لَتَنْهَضُ الأمة مقتفيةً آثرَ جدودِها
Masuk juga pada madhi yang bergandeng dengan قد, semisal :
لقد كان لكم في يوسفَ وإخْوَتِه آيَاتٌ
Sebagian Ulama mengatakan bahwa lam di atas adalah lam qosam, yang qosamnya dihapus, yaitu وَاللَّهِ لَقَدْ
7. Lam Muzahlaqoh (لام المُزَحْلَقة) yaitu lam yang masuk pada khobarnya (إنّ), contohnya :
إنّ محمدًا لَناجحٌ
إنّ ربّي لَسَمِيْعُ الدعاء
Asal dari lam ini adalah lam ibtida’, dipindah dari depan jumlah, sebab dibenci memulai kalam dengan dua taukid.
8. Lam Qosam لام القَسَم yaitu lam yang jatuh sebagai jawab qosam, contohnya :
واللّهِ لَأقُوْلنَّ الحَقَّ
“Demi Allah aku akan mengatakan kebenaran.”
9. Lam Muwatthi’ah (اللام المُوَطِّئة) yaitu lam yang masuk pada adat syarat untuk mununjukkan bahwa jawab setelahnya adalah jawab qosam, bukan jawab syarat, yang mana qosam-nya ditakdirkan, kebanyakannya masuk pada إنْ syarthiyah, semisal :
إنْ قُمْتَ بِوَاجِبَاتِك لَأكْرْمْتُك
“Apabila engkau mengerjakan tugasmu, niscaya aku akan memuliakanmu.”
Jawab qosam menempati tempatnya jawab syarat, sehingga tidak perlu menyebutkan jawab syaratnya.
10. Lam Bu’d (لام البُعْد) yaitu lam yang masuk pada isim isyarah untuk menunjuk sesuatu yang jauh, misalnya :
ذلِك رجُلٌ وتلْك امْرَأَة
Asal dari isim isyarah ذَلِكَ dan تِلْكَ adalah ذَا dan تِيْ, adapun lam-nya adalah untuk menunjukkan jauh dan kaf-nya untuk khitob.
11. Lam Fariqoh (اللام الفَارِقَة) yaitu lam yang terletak setelah (إنْ) mukhoffafah yang tidak beramal, untuk membedakan antara إنْ mukhoffafah dengan إنْ nafiyah, contohnya :
إنْ زيدٌ لناجحٌ
Semisal firman Allah تعالى :
وإنْ وجدْنا أكثرَهم لَفاسِقِين
12. Lam Robith الرَابِط lam untuk mengikat jumlah, lam ini terbagi 2 yaitu :
• Lam yang terletak sebagai jawab dari لَوْ contohnya :
ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻬﻢ ﻓﻌﻠُﻮْﺍ ﻣﺎ ﻳُﻮﻋَﻈﻮﻥ ﺑﻪ ﻟﻜﺎﻥ ﺧﻴﺮًﺍ ﻟﻬﻢ
• Lam yang terletak sebagai jawab dari لَوْلا contohnya :
ﻭﻟﻮﻻ ﺩﻓﻊُ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨّﺎﺱَ ﺑﻌﻀَﻬﻢ ﺑﺒﻌﺾٍ ﻟَﻔَﺴَﺪَﺕْ ﺍﻷﺭﺽُ
13. Lam Istighotsah (لام الاسْتِغاثة) yaitu lam berharakat fathah yang masuk pada mustaghots (isim yang dimintai tolong), dalam uslub istighotsah contohnya :
يا ﻟَﻠﺸُّﺮْﻃﻲِّ لِلصّ
“Wahai polisi! ada pencuri.”
14. Lam Fi’iliyah yaitu lam pada fi’il amr, pada bina lafif mafruq وَلِيَ yang mana untuk dhomir أنت amr’nya adalah لِ
Rujukan :
• Janaa Daani fi Hurufil Ma’aani, hal 95-139
• Syarah Damamini ala Mugni Labib, Jilid 2, hal 128-150
• Adawatul I’rob, hal 178-191

Komentar
Posting Komentar